Berisi tentang seputar berita terkini di Indonesia

Selasa, 28 Juli 2009

Tanaman jarak Pagar Sumber Energi Alternati

Krisis energi yang terjadi di Indoenesia khususnya dari bahan bakar fosil yang bersifat non renewabel adalah disebebkan dari semakin menipisnya cadangan minyak bumi, hal tersebut mengakibatkan meningkatnya harga BBM. Kondisi ini memicu kenaikan biaya hidup dan naiknya biaya produksi. Oleh karrena itu ndonesia perlu mencari sumber-sumber bahan bakar alternative yang bersifat renewable ( terbarukan ) yang mungkin dikembangkan di Indoensia.

Beberapa jenis tanaman yang memiliki potensi sumber bahan bakar antara lain adalah jarak pagar , oleh karena itu peluang pemanfaatan jarak pagar sebagai bahan baku Bio diesel lebih besar. Secara Agribisnis tanaman jarak pagar ini dapat beradaptasi dengan lahan marginal dan lahan kritis. Dengan semakin meninhgkatnya minat masyarakat untuk menanam jarak pagar, maka telah terbentuk Himpunan Petani Jarak Pagar Indonesia. Dengan Akta Notaris Pendirian Humpunan Petani Jarak Pagar Indonesia No.34 tanggal 30 Nopember 2005.



Jarak Pagar atau yang dikenal dengan nama latin ( Jatropoha Curca L ) merupakan jenis tanaman semak atau pohon yang tahan terhadap kekeringan sehingga tahan hidup didaerah dengan curah hujan rendah. Tanaman dari keluarga Euphorbiacece ini banyak ditemukan di Afrika tengah dan Selatan, Asia tenganggara dan India. Sesuai dengan namanya, tanaman ini awalnya seara luas ditanam sebagai pagar untuk melindungi lahan dari serangan ternak. Seperti jenis jarak lainnya, jarak Pagar merupakan tanaman sekulan yang merangsang selama musim kemarau. Tanaman yang sering digunakan sebagai pengendali erosi ini beradaptasi dengan baik di daerah yang gersang dan tandus. Tanaman jarak Pagar ( Jatropha Curcas L ) memiliki multifungsi yang salah satunya adalah pemanfaatan bijinya sebagai bahan baku biodiesel.

Mudah Tumbuh
Jarak Pagar ( Jatrophan Curcas L ) tumbuh baik di lahan kering dataran rendah beriklim kering dengan ketinggian 0-500 m dari permukaan air laut dan curah hujan rata-rata 300-1000 mm per tahun dengan suhu 20 derajat celsius. Tanam ini ditemukan juga di lahan kering dataran rendah beriklim basah dan lahan kering dataran tinggi beriklim kering / basah sebagai pagar dapat tumbuh dilahan-lahan marginal/kritis, tetapi produuksi optimal akan tercapai di lahan subur dengan drainase baik, serta dapat digunakan sebagai pencegah erosi karena permukaannya yang cukup padat di lapisan atas tanah.

Pembibitan tanaman ini juga sangat mudah bibit yang dibutuhkan untuk penanaman 1 hektar dengan jarak tanan 2 x 2 m sejumlah 2.500 tanaman. Akan tetapi perlu dipersiapkan bibit cadangan untuk sulaman sebanyak 20 %. Untuk stek yang ditanam langsung di lapangan, dengan memasukkan 10-20 stek ke dalam lubang tanaman kemudian ditimbuin dengan sisa tanah yang ada di permukaan dan tanah dipadatkan.

Namun penggunaan stek cabang sebagai bahan perlu memperhatikan diameter, umur yang dicirikan dengan berkayu dan belum berkayu dan penujang stek cabang yang cukup baik pertumbuhannya adalah stek yang berdiameter 2 cm, kayu warna hijau keabu-abuan, sedangkan panjang steak yang menjadi pertimbangan adalah efesiensi pemakainannya. Stek yang panjang memerlukan pemakaian cabang lebih banyak dibandingkan dengan stek pendek, sedang yang terlalu pendek sulit untuk tumbuh. Panjang stek 20-30 cm sudah cukup memadai. Untuk stek pucuk ukurannya lenbih panjang. Karena dari pucuk sampai bagian berkayu, panjangnya hampir 50 cm. Pembibitan stek pucuk memerlukan naungan 1 bulan pertama, stek pucuk jumlahnya terbatas karena setiap cabangnya hanya dapat satu pucuk.

Untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang baik tanah perlu diolah dan dibersihkan dari gulma pengganggu tanaman,.elah tanah dioolah dibuatkan lubang tanaman dengan ukuran 30x30 cm dengan jarak 2 x 2 m. Setelah 20 hari tanam, tanah disekitar tanaman diolah dan dibersihkan dari gulma. Untuk pemangkasan Pertama ( Pucuk) dilakukan setelah tanaman mencapai tinggi kurang lebih 1 m. Jumlah cabang berkorelasi positif dengan produksi buah dan biji, setiap tahaun cabang bisa tumbuh di pangkal batang dip[angkas untuk membentuk tanaman yang ideal, selanjutnya cabang hasil pangkasan tersebut dapat dipakai sebagai perbanyakan tanaman pemupukan. Agar pertumbuhan dapat ideal tanaman perlu dipupuk, yaitu dengan menggunakan pupuk kompos/kandang (pupuk organik) setiap batang tanaman kurang lebih 2 kg. Kebutuhan pupuk organik yaitu urea 50 kg, SP-36;150 kg, dan Kcl :30 kg.

Pada awal pertumbuhan tanaman jarak sangat peka terhadap kekeringan, untuk itu tanaman jarak perlu diairi seperlunya. Setelah itu Tananam ini mulai menghasilkan buah 6 bulan setelah tanam dan oproduksi maksimum tercapai setelah umur 4 tahun ( tahu ke - 5 setelah panen ). Jika varietasnya baik dan kondisi lingkungan tumbuhnya optimal dapat dipanen 2-3 kali pertahun. Tanam Jarak juga dapat menhasilkan biji antara, 0,3-9 kg/ pohon/tahun dan produktivitasnya berkisar antara 0,5-12 ton biji per hektar.

Hama dan Pengolahan Pasca Panen
Jarak Pagar dikenal sebagai tanaman yang beracun dan mempunyai sifat-sifat sebagai insektisida, tetapi beberapa hama telah menyerang tanaman ini dan menimbulkan kerusakan ekonomis pada perkebunan jarak. Salah satu seranggga yang merupakan hama yang umum ditemukan adalah kepik lebing ( chisochoris javanus west), termasuk ordo Hemiptera, Famili Pentatomiddae, genus chrsoris, dengan ciri-ciripanjang badan sekita 20 mm. Antena tiga ruas lebih panjang dari kepala, mempunyai bentuk perisai yang khas. Scutellum berembang dengan baik. Tubuhnya berwarna jingga kemerahan dan terdapat garis-garis hitam jelas. Metamorfosa sederhana : telur nimfa - serangga - dewasa. Siklus hidup berkisar 60-80 hari. Kepik lembing menyerang jarak pagar pada saat perbungaan menjelang pembentukan buan dan menghisap madu, sehingga menimbulkan kerusakan pada kapsul buah yang sedang berkembang. Sedangkan penyakiot yang biasa menyerang Jarak Pagar adalah busuk batang. Batang mengalami pembusukan, kemudian mengering seperti gabus.

Biji yang telah panen dikeringkan kemudian dikupas secara manual guna memisahkan biji dari kulitnya. Biji yang telah dikupas langsung dipecahkan untuk memisahkan tempurung biji, kemudian dikeringkan dan dipres menggunakan mesin pengepres untuk mendapatkan minyak. Minyak yang masih kotor dimurnikan. Untuk menghasilkan biodiesel, minyak yang telah dimurnikan dicampur dengan metanol atau etanol guna mengurangi viskositas (kekentalan) dan meningkatkan daya pembakaran. Biji Jarak yang telah dipanen harus segera diolah, karena penyimpanan yang terlalu lama akan menurunkan rendemen.

Jarak Pagar mempunyai beberapa keungulan sehingga direkomendasikan sebagai bahan baku biodiesel antara lain, tahan terhadap kekeringan dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, tidak terlalu memerlukan perawatan, dapat beradaptasi terhadap berbagai cuaca, petrtumbuhannya cepat, dapat dipanen pada umur 6-8 bulan. Keunggulan lain adalah tanaman ini dapat berproduksi samapai umur 50 tahun, berproduksi sepanjang tahun dan sebagai tanaman penghijauan dan reboisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar