Berisi tentang seputar berita terkini di Indonesia

Kamis, 12 November 2009

Percaya Gak Percaya... Boleh Dicoba...Gratis


Mau HP gratis??
HP, HDTV??
Yang gamers ada PS 3 ato X-Box??
Banyak deh pokoknya.. sy aja ampe bingung loh milih yang mana

Bener2 nggak bayar sama sekali ( Free )!

Hari gini gratis!?? ga percaya??? hahahahaha
sama.. tdnya sy jg ga percaya, tp banyak temen sy dah buktiin...

Mau coba?? gini Caranya:

1. kamu masuk ke sini :
http://www.xpango.com?ref=92101226


2. Klik gratisan apa yang kamu mau (ga cuman HP, ada iPod, ada game machine kaya OX, Nintendo DS, PSP, dll) pokoknya keren dah...

3. klick free gaming console,...Trus kamu sign up (gratis kok) << klik REGISTER NOW >> bagian bawah!
Isi alamat selengkap-lengkapnya (takut nyasar) he..he..

4. Pas pengisian kotak terakhir,, ada REFFERAL ID

5. isi refferal id dgn : 92101226


6. INGAT... 92101226 (Remember)

Nanti akan ada email konfirmasi ke email kamu yg jg ngasih refferal number buat kamu.

setelah itu kirim pesan ini ke temen2mu dan ganti id refferal dengan id-mu

Makin byk temen yg loe ajak gabung, makin byk point yg kamu dpt dan ketika kamu dapetin jumlah point yg sesuai dgn hadiah / hp yg kamu minta, bakalan dikirim tuh Hp/iPod/Gadget ke alamat kamu..

sbg contoh, iPod 80GB nilainya 16 point, jd kalo kamu bisa ajak 16 temen buat register aja, dpt deh tuh Hp.. asik kan? Coba deh, ga ada ruginya koq..
Kan, ga bayar sama sekali...
gampang kok.....
gabung ya
mumpung di indonesia masih sedkit yg gabung... thanks


:: Xpango - Free Gaming Consoles, Free Mobile Phones, Free MP3 Players and Free HDTV's! ::
www.xpango.com
Sumber: www.xpango.com
www.xpango.com
Source: www.xpango.com
www.xpango.com
Sumber: www.xpango.com
:: Xpango - Free Gaming Consoles, Free Mobile Phones, Free MP3 Players and Free HDTV's! ::
Sumber: www.xpango.com
www.xpango.com
www.xpango.com
Source: www.xpango.com

www.xpango.com

Sumber: www.xpango.com

Selasa, 18 Agustus 2009

Mekanisme Penyerapan Hara

Unsur hara dapat tersedia disekitar akar melalui 3 mekanisme penyediaan unsur hara, yaitu: (1) aliran massa, (2) difusi, dan (3) intersepsi akar. Hara yang telah berada disekitar permukaan akar tersebut dapat diserap tanaman melalui dua proses, yaitu:
(1) Proses Aktif, yaitu: proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif atau proses penyerapan hara yang memerlukan adanya energi metabolik, dan
(2) Proses Selektif, yaitu: proses penyerapan unsur hara yang terjadi secara selektif.

Proses Aktif:
Proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif dapat berlangsung apabila tersedia energi metabolik. Energi metabolik tersebut dihasilkan dari proses pernapasan akar tanaman. Selama proses pernapasan akar tanaman berlangsung akan dihasilkan energi metabolik dan energi ini mendorong berlangsungnya penyerapan unsur hara secara proses aktif. Apabila proses pernapasan akar tanaman berkurang akan menurunkan pula proses penyerapan unsur hara melalui proses aktif. Bagian akar tanaman yang paling aktif adalah bagian dekat ujung akar yang baru terbentuk dan rambut-rambut akar. Bagian akar ini merupakan bagian yang melakukan kegiatan respirasi (pernapasan) terbesar.

Proses Selektif:
Bagian terluar dari sel akar tanaman terdiri dari: (1) dinding sel, (2) membran sel, (3) protoplasma. Dinding sel merupakan bagian sel yang tidak aktif. Bagian ini bersinggungan langsung dengan tanah. Sedangkan bagian dalam terdiri dari protoplasma yang bersifat aktif. Bagian ini dikelilingi oleh membran. Membran ini berkemampuan untuk melakukan seleksi unsur hara yang akan melaluinya. Proses penyerapan unsur hara yang melalui mekanisme seleksi yang terjadi pada membran disebut sebagai proses selektif.
Proses selektif terhadap penyerapan unsur hara yang terjadi pada membran diperkirakan berlangsung melalui suatu carrier (pembawa). Carrier (pembawa) ini bersenyawa dengan ion (unsur) terpilih. Selanjutnya, ion (unsur) terpilih tersebut dibawa masuk ke dalam protoplasma dengan menembus membran sel.
Mekanisme penyerapan ini berlangsung sebagai berikut:
(1) Saat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk kation (K+, Ca2+, Mg2+, dan NH4+) maka dari akar akan dikeluarkan kation H+ dalam jumlah yang setara, serta
(2) Saat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk anion (NO3-, H2PO4-, SO4-) maka dari akar akan dikeluarkan HCO3- dengan jumlah yang setara.

Selasa, 28 Juli 2009

Tanaman jarak Pagar Sumber Energi Alternati

Krisis energi yang terjadi di Indoenesia khususnya dari bahan bakar fosil yang bersifat non renewabel adalah disebebkan dari semakin menipisnya cadangan minyak bumi, hal tersebut mengakibatkan meningkatnya harga BBM. Kondisi ini memicu kenaikan biaya hidup dan naiknya biaya produksi. Oleh karrena itu ndonesia perlu mencari sumber-sumber bahan bakar alternative yang bersifat renewable ( terbarukan ) yang mungkin dikembangkan di Indoensia.

Beberapa jenis tanaman yang memiliki potensi sumber bahan bakar antara lain adalah jarak pagar , oleh karena itu peluang pemanfaatan jarak pagar sebagai bahan baku Bio diesel lebih besar. Secara Agribisnis tanaman jarak pagar ini dapat beradaptasi dengan lahan marginal dan lahan kritis. Dengan semakin meninhgkatnya minat masyarakat untuk menanam jarak pagar, maka telah terbentuk Himpunan Petani Jarak Pagar Indonesia. Dengan Akta Notaris Pendirian Humpunan Petani Jarak Pagar Indonesia No.34 tanggal 30 Nopember 2005.



Jarak Pagar atau yang dikenal dengan nama latin ( Jatropoha Curca L ) merupakan jenis tanaman semak atau pohon yang tahan terhadap kekeringan sehingga tahan hidup didaerah dengan curah hujan rendah. Tanaman dari keluarga Euphorbiacece ini banyak ditemukan di Afrika tengah dan Selatan, Asia tenganggara dan India. Sesuai dengan namanya, tanaman ini awalnya seara luas ditanam sebagai pagar untuk melindungi lahan dari serangan ternak. Seperti jenis jarak lainnya, jarak Pagar merupakan tanaman sekulan yang merangsang selama musim kemarau. Tanaman yang sering digunakan sebagai pengendali erosi ini beradaptasi dengan baik di daerah yang gersang dan tandus. Tanaman jarak Pagar ( Jatropha Curcas L ) memiliki multifungsi yang salah satunya adalah pemanfaatan bijinya sebagai bahan baku biodiesel.

Mudah Tumbuh
Jarak Pagar ( Jatrophan Curcas L ) tumbuh baik di lahan kering dataran rendah beriklim kering dengan ketinggian 0-500 m dari permukaan air laut dan curah hujan rata-rata 300-1000 mm per tahun dengan suhu 20 derajat celsius. Tanam ini ditemukan juga di lahan kering dataran rendah beriklim basah dan lahan kering dataran tinggi beriklim kering / basah sebagai pagar dapat tumbuh dilahan-lahan marginal/kritis, tetapi produuksi optimal akan tercapai di lahan subur dengan drainase baik, serta dapat digunakan sebagai pencegah erosi karena permukaannya yang cukup padat di lapisan atas tanah.

Pembibitan tanaman ini juga sangat mudah bibit yang dibutuhkan untuk penanaman 1 hektar dengan jarak tanan 2 x 2 m sejumlah 2.500 tanaman. Akan tetapi perlu dipersiapkan bibit cadangan untuk sulaman sebanyak 20 %. Untuk stek yang ditanam langsung di lapangan, dengan memasukkan 10-20 stek ke dalam lubang tanaman kemudian ditimbuin dengan sisa tanah yang ada di permukaan dan tanah dipadatkan.

Namun penggunaan stek cabang sebagai bahan perlu memperhatikan diameter, umur yang dicirikan dengan berkayu dan belum berkayu dan penujang stek cabang yang cukup baik pertumbuhannya adalah stek yang berdiameter 2 cm, kayu warna hijau keabu-abuan, sedangkan panjang steak yang menjadi pertimbangan adalah efesiensi pemakainannya. Stek yang panjang memerlukan pemakaian cabang lebih banyak dibandingkan dengan stek pendek, sedang yang terlalu pendek sulit untuk tumbuh. Panjang stek 20-30 cm sudah cukup memadai. Untuk stek pucuk ukurannya lenbih panjang. Karena dari pucuk sampai bagian berkayu, panjangnya hampir 50 cm. Pembibitan stek pucuk memerlukan naungan 1 bulan pertama, stek pucuk jumlahnya terbatas karena setiap cabangnya hanya dapat satu pucuk.

Untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang baik tanah perlu diolah dan dibersihkan dari gulma pengganggu tanaman,.elah tanah dioolah dibuatkan lubang tanaman dengan ukuran 30x30 cm dengan jarak 2 x 2 m. Setelah 20 hari tanam, tanah disekitar tanaman diolah dan dibersihkan dari gulma. Untuk pemangkasan Pertama ( Pucuk) dilakukan setelah tanaman mencapai tinggi kurang lebih 1 m. Jumlah cabang berkorelasi positif dengan produksi buah dan biji, setiap tahaun cabang bisa tumbuh di pangkal batang dip[angkas untuk membentuk tanaman yang ideal, selanjutnya cabang hasil pangkasan tersebut dapat dipakai sebagai perbanyakan tanaman pemupukan. Agar pertumbuhan dapat ideal tanaman perlu dipupuk, yaitu dengan menggunakan pupuk kompos/kandang (pupuk organik) setiap batang tanaman kurang lebih 2 kg. Kebutuhan pupuk organik yaitu urea 50 kg, SP-36;150 kg, dan Kcl :30 kg.

Pada awal pertumbuhan tanaman jarak sangat peka terhadap kekeringan, untuk itu tanaman jarak perlu diairi seperlunya. Setelah itu Tananam ini mulai menghasilkan buah 6 bulan setelah tanam dan oproduksi maksimum tercapai setelah umur 4 tahun ( tahu ke - 5 setelah panen ). Jika varietasnya baik dan kondisi lingkungan tumbuhnya optimal dapat dipanen 2-3 kali pertahun. Tanam Jarak juga dapat menhasilkan biji antara, 0,3-9 kg/ pohon/tahun dan produktivitasnya berkisar antara 0,5-12 ton biji per hektar.

Hama dan Pengolahan Pasca Panen
Jarak Pagar dikenal sebagai tanaman yang beracun dan mempunyai sifat-sifat sebagai insektisida, tetapi beberapa hama telah menyerang tanaman ini dan menimbulkan kerusakan ekonomis pada perkebunan jarak. Salah satu seranggga yang merupakan hama yang umum ditemukan adalah kepik lebing ( chisochoris javanus west), termasuk ordo Hemiptera, Famili Pentatomiddae, genus chrsoris, dengan ciri-ciripanjang badan sekita 20 mm. Antena tiga ruas lebih panjang dari kepala, mempunyai bentuk perisai yang khas. Scutellum berembang dengan baik. Tubuhnya berwarna jingga kemerahan dan terdapat garis-garis hitam jelas. Metamorfosa sederhana : telur nimfa - serangga - dewasa. Siklus hidup berkisar 60-80 hari. Kepik lembing menyerang jarak pagar pada saat perbungaan menjelang pembentukan buan dan menghisap madu, sehingga menimbulkan kerusakan pada kapsul buah yang sedang berkembang. Sedangkan penyakiot yang biasa menyerang Jarak Pagar adalah busuk batang. Batang mengalami pembusukan, kemudian mengering seperti gabus.

Biji yang telah panen dikeringkan kemudian dikupas secara manual guna memisahkan biji dari kulitnya. Biji yang telah dikupas langsung dipecahkan untuk memisahkan tempurung biji, kemudian dikeringkan dan dipres menggunakan mesin pengepres untuk mendapatkan minyak. Minyak yang masih kotor dimurnikan. Untuk menghasilkan biodiesel, minyak yang telah dimurnikan dicampur dengan metanol atau etanol guna mengurangi viskositas (kekentalan) dan meningkatkan daya pembakaran. Biji Jarak yang telah dipanen harus segera diolah, karena penyimpanan yang terlalu lama akan menurunkan rendemen.

Jarak Pagar mempunyai beberapa keungulan sehingga direkomendasikan sebagai bahan baku biodiesel antara lain, tahan terhadap kekeringan dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, tidak terlalu memerlukan perawatan, dapat beradaptasi terhadap berbagai cuaca, petrtumbuhannya cepat, dapat dipanen pada umur 6-8 bulan. Keunggulan lain adalah tanaman ini dapat berproduksi samapai umur 50 tahun, berproduksi sepanjang tahun dan sebagai tanaman penghijauan dan reboisasi.

Minggu, 26 Juli 2009

Kelapa Sawit

KELAPA SAWIT

Kelapa sawit (Elaeis guinensis) adalah salah satu jenis tanaman paku yang menghasilkan salah satu jenis minyak nabati yang berasal dari benua Afrika. Klasifikasi botani kelapa sawit adalah Ordo : Palmales, Familia : Palmaceae,Sub-famili : Palminae, Genus : Elaeis, Spesies: Elaeis guinensis
Jenis kelapa sawit digolongkan berdasarkan warna buah dan tebal cangkang. Dari tebal cangkang dibagi atas 3 (tiga) jenis, yaitu :
Dura adalah jenis varietas kelapa sawit yang mempunyai buah yang agak bulat, yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
v Tebal buah daging (pericarp) : 2 – 6 mm
v Tebal cangkang : 2 – 5 mm
v % pericarp terhadap buah : 50 – 70 %
v % inti terhadap buah : 8 – 10 %
Pesifera adalah jenis varietas kelapa sawit yang mempunyai buah agak lonjong, yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
v Tebal buah daging (pericarp) : Sangat tebal
v Tebal cangkang : 0 – 0,1 mm
v % pericarp terhadap buah : 95 – 100 %
v % inti terhadap buah : 0 – 5 %
Tenera adalah jenis varietas kelapa sawit yang mempunyai buah agak lonjong, yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
v Tebal buah daging (pericarp) : 4 – 10 mm
v Tebal cangkang : 79 – 80 mm
v % pericarp terhadap buah : ± 10 %
v % inti terhadap buah : 8 – 10 %

Sedangkan menurut warna dikenal tiga jenis kelapa sawit yaitu : Nigrescens, Virescens dan Albescens. Dalam pengolahan kelapa sawit diinginkan varietes kelapa sawit yang unggul dengan kandungan minyak yang tinggi.
Pada dasarnya buah kelapa sawit disebut brondolan mempunyai dua komponen dasar yaitu pericarp dan endocarp. Pericarp terdiri dari eksocarp (kulit buah) dan mesocarp (daging buah). Pembentukan buah sawit terjadi karena adanya penyerbukan buah betina oleh buah jantan. Dalam satu pohon terdapat bunga jantan dan bunga betina yang letaknya terpisah dan masaknya tidak bersamaan. Pada tandanan norma bunga betina yang keras sebagaian besar terbuka menjelang matahari terbit, sehingga terbuka kepala putik yang terbagi atas tiga bagian yang diliputi oleh bulu-bulu. Penyerbukan terjadi pada saat bunga betina membesar, dan pembuahan terjadi dengan dua cara yaitu secara alami dan secara buatan/bantuan. Secara alami terjadi karena bunga jantan terbawa oleh angin dan menempel pada bunga betina, sedangkan cara buatan adalah diserbukkan dengan bantuan manusia dan dengan bantuan serangga penyerbukan kelapa sawit.
Penyerbukan buatan dengan bantuan serangga membutuhkan biaya yang mahal dan kurang efektif dan penyerbukan secara alami tidak mebutuhkan biaya akan tetapi penyerbukan tidak efektif. Penyerbukan dengan bantuan penyerbuk kelapa sawit yaitu dengan Elaeisdubuius hamerunicus biaya yang dibuthkan murah dan efektif, pembuahan sangat meningkat, bobot tandan meningkat dan produksi tandan buah sawit juga meningkat.
Keburukan dari cara ini buah sangat rapat sehingga menyulitkan pada saat perebusan. Buah akan masak setelah 5,5 bulan setelah penyerbukan. Buah dikatakan masak bila disenggol dengan jari akan lepas, buah yang sudak membrodol jatuh ditanah agak kelewat masak disebut loss fruit (brondolan). Derajat kematangan erat hubungannya dengan jumlah kandungan minyak yang terdapat dalam buah, jika dalam satu tandan terdapat buah yang membrondol sempurna maka pembutukan minyak buah tersebut dikatan matang. Akan tetapi pengertian matang bukan hanya dasar minyak tetapi juga keadaan proses yang terjadi dalam tandan. Yang dimaksud dengan mtang adalah bila dalam tandan telah terjadi proses hidrolisis pektan yang menyebabkan buah lepas.
Pengolahan minyak kelapa sawit menghendaki mutu yang baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Salah satu cara untuk mencapi tujuan tersebut adalah dengan memanen buah yang sudah masak. Oleh karena itu perlu adanya standat kematangan buah yang akan menjadi pedoman bagi pemanen. Sebagai standart harus mudah dipahami bagian lapangan/kebun dan pemasok bahan baku lainnya dengan pabrik.
Bila memanen buah yang belum matang akan banyak kehilangan minyak. Sebaliknya memanen yang terlambat akan menurunkan mutu minyak. Yang dimaksud dengan mutu minyak yang baik adalah kadar asam lemak bebas yang rendah dan rendemen yang tinggi.

2.1 Kerusakan Bahan Baku
Kerusakan bahan baku dapat juga terjadi selama panen dan selama masa pasca panen. Kerusakan dapat berupa trash (kotoran dan sampah), memarnya buah, buah mentah dan busuk serta buah yang layu. Kerusakan bahan baku secara kualitas dan kuantitas sangat merugikan sehingga, kerusakan harus ditekan seminimal mungkin.


2.1.1 Pengaruh Trash Terhadap Mutu CPO
Trash adalah bagian bahan baku yang tidak mengandung minyak bahkan memperbesar kehilangan minyak pengolahan. Trash dapat berupa tandan busuk, tandan mandul, sisa tangkai, daun, pasir, buah atau tandan yang masih mentah. Trash dapat terjadi selama panen dan pasca panen. Pengaruh trash pada pengolahan minyak sawit adalah :
Merendahkan kualitas CPO, karena komponen trash bertindak sebagai emulsifer dalam emulsi.
Menambah jumlah limbah.
Menurunkan produksi CPO (menurunkan kapasitas pabrik dan memperbesar kehilangan minyak).

2.1.2 Pengaruh Buah Memar.
Buah memar terjadi selama transportasi buah pada saat buah diisikan kedalam alat angkut selama dalam perjalanan dan saat pembongkaran. Untuk mempertahankan kualiatas minyak dalam pengolahan perlu diatur bahwa buah yang pertama diterima harus diolah terlebih dahulu.
Buah kelapa sawit yang sudah matang dan segar mengandung 0,1 % asam lemak bebas. Tetapi buah yang sudah memar atau pecah akan mengandung asam lemak bebas sampai 50 %, hanya dalam waktu beberapa jam saja. Bila tanpa perlakuan khusus dalam 24 jam kadar asam lemak bebas dapat mencapai 67 %. Untuk membatasi terbentuknya asam lemak bebas buah kelapa sawit harus segera dipanasi dengan suhu antara 90 – 100 0C, denga cara ini asam lemak bebas yang terbentuk akan lebih sedikit.

2.1.3 Pengaruh Buah Matang Dan Busuk
Buah yang masih mudah dan setengah dewasa sedikit mengandung minyak. Buah yang sangat matang sangat kurang mengandung minyak dibandingkan yang sudah matang. Pada buah yang dipetik mudah, yang diperam juga terjadi pembentukan minyak. Menurut J. Santoso (1992), tandan segar (TBS) yang telah rentang mengandung.
v Persentase Non Oil Solid (NOS) sehingga minyak rendah
v Rendemen minyak rendah atau produksi CPO rendah
v Pemisahan NOS dengan minyak sulit sehingga mutu CPO rendah.
v NOS memperbesar kehilangan minyak sehingga menurunkan efisiensi.

2.1.4 Pengaruh Bahan Baku Minyak Kelapa Sawit
Minyak terbentuk sebagai tetesan-tetesan kecil didalam sel-sel daging buah selama pertumbuhan buah kelapa sawit. Kemudian sebagian lagi bersatu menjadi tetesan yang lebih besar. Tetesan ini berada di dalam sel secara terpisah. Tetesan ini tidak dapat secara langsung berhubungan dengan bagian-bagian lain yang tergantung di dalam sel tersebut. Di dalam buah yang mutunya kurang baik tidak ditemukan gejala-gejala penguraian minyak. Buah kelapa sawit mengandung enzim lipase yang sangat aktif sehingga dapat memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol, bila struktur sel buah matang tersebut rusak.

2.2. Cara Penanganan Terhadap Kerusakan Bahan Baku
Pengolahan kelapa sawit menghendaki minyak yang baik secara kualitas dan kuantitas. Agar keinginan tersebut tercapai haruslah dicegah hal yang menyebabkan menurunnya mutu minyak.
Pada pemuatan brondolan dan buah kendor yang membrondol setelah dipetik dikumpulkan secara hati-hati. Sisa pelepah penyanggah tandah haruslah minimum dan buah yang tertahan pada batang harus diambil. Pohon harus bersih dari pakis dan saprofit lainnya. Kebersihan kebuh harus terjaga, tempat jatuhnya tandan pada piringan diberi alas. Trash harus disingkirkan dari tandan buah yang akan dioleh, analisa dapat dilakukan di Loading Ramp.
Mencegah kememaran dapat dilakukan pada saat panen dan pasca panen. Apabila buah terlanjur memar maka akan segera diolah, direbus, kecepatan perebusan ini akan menanggulangi kerusakan yang terjadi.

2.4. Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil = CPO)
CPO adalah hasil olahan buah kelapa sawit, dimana CPO tersebut dapat diproses kembali menjadi beberapa bagian jenis minyak, antara lain :
Crude Olein
CPO
Crude Stearin
Minyak kelapa sawit yang dihasilkan dari kelapa sawit ada dua macam, yaitu :
Minyak sawit (CPO = Crude Palm Oil) yang diperoleh dari daging buah.
Minyak inti sawit yang diperoleh dari inti sawit.
CPO yang dihasilkan dari PKS RSPOM ini merupakan bahan baku dari industri hilir seperti industri sabun, kosmetik, minyak pelumas dan merupakan hal penting pada industri baja, sebagai fin plating dan juga untuk margarin yang kaya akan vitamin A, D, E dan K.
Di Sumatera Utara sekarang ini banyak industri yang mengolah CPO (Crude Palm Oil) menjadi minyak goreng yang langsung dapat digunakan konsumen